Ibu Ini Meninggal Sebelum Melahirkan Bayinya, Tak Disangka Setelah Bayinya Berjaya Dikeluarkan, Si Ibu Telah Hidup Kembali! Rupanya “Inilah” Penyebabnya..

Melanie Pritchard memiliki seorang anak laki-laki yang bernama Brady. Ia dan suaminya merasa hidupnya akan sempurna jika memiliki seorang anak lagi, yang berjenis kelamin perempuan.

Hari itu, adalah hari kelahiran bayi keduanya. Ketika ia merasakan kontraksi, ia pun segera menuju ke rumah sakit. Sebelum itu, ia menelepon ibunya dan mengatakan di mana ia berada dan semuanya baik-baik saja. Itu adalah hal terakhir yang ia ingat.

Setelah sampai di rumah sakit, ia segera ditangani dan ditempatkan di tempat tidur. Ketika proses persalinan akan segera dimulai, Melanie memberi tahu suaminya, Doug bahwa ia merasa pusing dan ada yang tidak beres.

Tapi, setelah diperiksa, para dokter tidak menemukan ada keanehan pada diri Melanie. “Mungkin ia hanya gugup?”

Karena itu, para suster pun hanya menempatkannya di sisi lain. Dengan hati yang senang, mereka menunggu kelahiran sang bayi..

Tak disangka, suatu hal yang mengerikan terjadi. Doug melihat kepala istrinya miring ke samping. Denyut nadi dan detak jantungnya langsung turun menjadi nol, dan detak jantung bayi yang belum lahir juga mulai melemah.

Doug takut istrinya meninggal, ia panik lalu segera memanggil dokter yang baru masuk ke ruangan persalinan. Jantung Melanie berhenti berdetak. Tidak ada yang bisa menjelaskan apa yang sedang terjadi.

Tim dokter kemudian membawa Melanie ke ruang operasi. Tubuhnya mulai membiru, napas Melanie dan detak jantungnya berhenti.

Doug melihat wajah para dokter dan tiba-tiba menyadari bahwa istrinya telah meninggal. Rasa takutnya kehilangan istri dan anaknya yang belum lahir benar-benar tak bisa diungkapkan.

Setelah itu, para dokter segera melakukan operasi caesar untuk menyelamatkan sang jabang bayi, jika tidak cepat-cepat, maka dapat meninggal bersama ibunya.

Akhirnya, para dokter berhasil membawa seorang bayi perempuan yang sehat ke dunia, yang diberi nama Gabriella. Sayangnya, Melanie, sang ibu masih tetap tidak bernyawa.

Pada saat itu, Melanie telah meninggal secara klinis selama 10 menit, diberi ventilasi artifisial dan dilakukan defibrilator sebanyak 4 kali.

Cairan amniotik telah memasuki sirkulasi tubuhnya dan menyebabkan serangan jantung, sementara arteri juga mengalami cedera pada saat operasi caesar. Saat itu perutnya penuh dengan 5 liter darah.

Para dokter khawatir bahwa kondisinya telah menyebabkan kerusakan permanen pada tubuhnya. Mereka beranggapan bahwa Melanie tidak akan pernah bernapas secara mandiri dan mungkin memerlukan transplantasi paru-paru dan jantung.

“Zero survival”, kata para dokter. Doug berpikir ia harus mengucapkan selamat tinggal kepada Melanie, meski itu adalah hal yang berat baginya.

Dengan berat hati, Doug mendekat di tempat tidur Melanie dan berbisik padanya: “Aku mencintaimu. Brady dan Ella cantik mencintaimu. Jika kamu mendapatkan kekuatan untuk bertarung dari suatu tempat, berjuanglah!”

Sang suami terus berada di samping tempat tidur Melanie, hingga sesuatu yang luar biasa itu pun terjadi.

Melanie tiba-tiba mulai bernapas dan berbicara sendiri. Ia bingung dan bertanya, “Di mana saya, dimana bayi saya?”

Tidak ada yang bisa percaya apa yang terjadi di kamar rumah sakit itu.

Doug membawa putrinya yang baru lahir, ia memeluknya dan menangis, begitu pula Doug dan semua anggota keluarganya. Melanie bisa kembali ke kehidupan, bernapas dan berbicara adalah sebuah keajaiban!

Proses penyembuhan Melanie cukup cepat. Ia pulang dari rumah sakit 6 hari kemudian.

Sekarang, Melanie sehat, sama seperti putri kecilnya. Mereka sekeluarga pun menjalani hidup dengan bahagia.

Cinta mereka semakin kuat sebagai akibat dari peristiwa mengerikan tersebut dan mereka telah belajar untuk selalu bersyukur setiap hari.

Sudahkah kamu bersyukur hari ini?