Mengapa Lelaki Bujang Lebih Suka Mengahwini Janda? Alasan No 10 Tu Memang Betul.

Banyak perkongsian daripada pihak lelaki mengatakan mereka lebih suka kahwin dengan janda malah ada yang memilih golongan perempuan yang lebih berumur dan bekas isteri orang. Agaknya kenapa ya?

Ya, jodoh tetapi ada tak jawapan yang lebih tepat tentang persoalan ini?

Padahal ramai perempuan muda dan cantik-cantik. Anda boleh tengok sendiri anak-anak perempuan sekarang umur sekolah menengah pun dah pandai bersolek bagai, terus nampak matang! Jadi kenapa janda juga jadi pilihan?

Ok, nak tahu apa keistimewaan janda di mata lelaki, cuba semak point di bawah. Mana yang betul dan logik…

1. CUKUP MENGGODA

Jangan main-main, janda dah ada pengalaman, tak perlu nak ajar macam mana cara nak goda suami. Kalau dapat yang jenis suka melawa, hari-hari dia bersolek untuk suami!

2. SUDAH SEDIA

Dalam segala apa pun mereka dah bersedia untuk fokus dunia rumah tangga. Contoh mudah, bab anak. Tak ada istilah “tak nak anak lagi” sebab mereka lebih bahagia jika lelaki bahagia dengan anak-anak. Asal lelaki bantu dan tak kedekut bab nafkah. Eh!


3. SENANG KIRA

Apa masalah pun, mereka boleh tolak ansur dengan suami. Mungkin pengalaman lalu mengajar mereka jadi lebih matang dan tidak berkira dengan suami dalam segala hal.

4. MUDAH MESRA

In shaa Allah mereka lebih pandai bergaul dan bermesra dengan sesiapa pun yang akan muncul. Mereka akan jadi lebih ramah dan tak suka orang pandang rendah padanya atas ‘sejarah lalu’. Jadi, tiada istilah sombong dengan keluarga atau kawan-kawan keluarga belah suami. Automatik dia pandai bawa diri.

5. BIJAK ‘MENGGULA’

Pernah dengar orang jenis ‘mulut manis’? Ya, selalunya janda pandai jaga hati. Tak perlu bubuh gula, confirm lelaki cair dengar ayat-ayat mulut dari janda!

6. EXPERT MENJAGA

Dah pernah kahwin, pastinya golongan janda lebih bijak menguruskan hal rumah tangga. Seharusnya mereka tak akan ulang kesilapan dalam hubungan suami seperti dulu. Nak pergi kerja atau balik dari kerja ada nasi siap lauk bawah saji. Kalau dengan anak dara belum tentu pandai masak ya. Silap-silap bangun pagi pun suami kejutkan. Ops! Hal anak-anak tak yah cakap, mesti terurus!

7. PANDAI CARI REZEKI

Bukan nak kata anak dara tak pandai cari duit tetapi pengalaman janda pernah berdiri atas kaki sendiri menjadikan sebab utama golongan janda punya hati kental dua ganda berbanding orang bujang. Paling bagus, kerja apa pun tak kisah janji duit masuk! Mereka dah biasa tak cukup tidur demi anak-anak dan uruskan hal rezeki tanpa seorang lelaki, jadi tak pelik kalau janda lebih ‘win’ bab ini.

8. TAHU SEMUA BENDA

Masa jadi janda, merekalah ibu dan merekalah bapa. Jadi, pastinya mereka terpaksa tahu semua benda walau perkara itu patutnya hanya lelaki yang tahu. Senang nak jawab kalau anak-anak soal. Yang tak ada anak pun, pastinya lebih suka gali ilmu dan usaha sendiri dalam segala bagai hal.

9. SUKA JAGA BODY

Mereka cukup menjaga badan mungkin sebab nak nampak cantik walau status janda. Lebih pandai hargai body dan kesihatan untuk elak orang pandang rendah. Haaa… pernah tak berdepan dengan janda yang mahir bab jaga badan? Tergodaaaa….

10. KURANG BELANJA

Maksud belanja di sini ialah perbelanjaan kahwin. Standard anak dara sekarang nilai hantarannya mesti 10 ribu ke atas. Tetapi kalau janda dah tak letak harga mahal-mahal. Mereka lebih pandai berjimat dan target mereka adalah bahagia dan ada masa depan anak-anak.

Jangan marah ya… Inilah jawapan kenapa janda jadi MAHAL! Ada yang tak setuju? Anda boleh beri pendapat sendiri di bahagian komen. Pandangan setiap orang tak sama, tapi jika ada yang setuju dengan point di atas, anda mesti akui!

MENIKAHI JANDA CERAI MENURUT ISLAM DAN DALILNYA

Menikah memang bukanlah tujuan utama dalam hidup, namun menikah adalah bagian untuk melangkah dan proses mencapai tujuan hidup yang lebih utama. Islam mengarahkan ummatnya untuk menikah dan juga berkeluarga. Hal ini bertujuan agar manusia lebih memiliki ketentraman, kebahagiaan, dan juga memperkuat satu sama lain menuju jalan yang diridhoi oleh Allah SWT.

Menikah dalam islam tentu menjadi suatu pembahasan yang penting, seperti :

Hal ini sebagaimana disampaikan dalam Al-Quran, “Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.” (QS Ar Rum : 21)

Untuk itu jika dipahami dari ayat diatas, pernikahan adalah bagian dari kehidupan manusia yang memang Allah berikan sebagai bentuk kebahagiaan tersendiri. Untuk itu, pernikahan bukan hanya sekedar menyatunya laki-laki dan perempuan yang terikat janji, melainkan benar-benar sesuai dengan tujuan Islam dan visi keakhiratan.

Selain itu, Allah juga sampaikan dalam ayat lain, “Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin, maka Allah Swt akan mengkayakan mereka. Dan Allah Maha Luas (pemberianNya) dan Maha Mengetahui.” (QS An Nur : 32)

Pilihan menikah juga sangat bermacam-macam. Ada yang menikah dengan wanita perawan, laki-laki yang belum menikah sama sekali, atau mungkin wanita yang pernah menikah dan berpisah. Dalam hal ini, artikel ini akan membahas mengenai menikah dengan janda yang sudah bercerai. Bagaimanakah islam dalam memandang hal tersebut.

Rasulullah Dalam Menikahi Janda

Dalam sebuah hadist pernah disampaikan mengenai menikah dengan janda. Diantaranya adalah sebagai berikut,

“Telah menceritakan kepada kami Ubaidullah bin Mu’adz telah menceritakan kepada kami ayahku telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Muharib bin Ditsar dari Jabir bin Abdullah dia berkata : Saya menikah dengan seorang wanita, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya kepadaku: Apakah engkau telah menikah? Saya menjawab; Ya. Beliau kembali bertanya: Dengan gadis ataukah janda? Saya jawab; Dengan janda. Beliau lalu bersabda: Kenapa kamu tidak memilih gadis hingga kamu dapat bercumbu dengannya? Syu’bah berkata; Kemudian saya mengemukakannya kepada ‘Amru bin DinarLantas dia berkata; Saya telah mendengarnya dari Jabir? Hanyasannya dia menyebutkan; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Kenapa tidak dengan anak gadis hingga kamu bisa mencuumbunya dan dia mencumbumu?” (HR Muslim)

Dalam hadist tersebut dijelaskan bahwa Rasulullah mempertanyakan mengapa sahabatnya tersebut lebih memilih janda dibanding dengan gadis. Namun jika dicermati dari kisah dan sejarah Rasulullah, Rasul lebih banyak menikahi janda dibandingkan dengan gadis. Untuk itu, sebetulnya dalam hal ini menunjukkan bahwa tidak masalah menikahi janda walaupun ia janda yang sebelumnya menikah dan telah cerai.

Menikahi janda tentu bukan suatu aib atau hal yang harus dipermalukan. Asalkan saja, dinikahi setelah masa iddah, telah resmi bercerai, dan tidak ada hal-hal lain yang masih menjadi tanggungan dengan mantan suami sebelumnya.

Dalam sejarah Rasulullah menikahi satu-satunya gadis adalah Aisyah RA. Itupun bukan pernikahan yang pertama. Pernikahan pertama dengan Khadijah dan beliau adalah Janda yang memiliki anak. Artinya Rasulullah menikah dengan khadijah yang janda adalah bukan suatu persoalan. Hal ini hanya masalah waktu dan masalah kultur saja.

Untuk itu Rasulullah menikahi janda dengan kondisi :

Janda Yang Ditinggal Mati Suaminya.
Janda Yang Dicerai Oleh Suami.

Namun, perlu diingat bahwa janda yang dicerai oleh suami bukan selalu dan berarti mereka adalah istri yang nakal atau tidak baik. Belum tentu seperti itu karena semuanya bergantung kepada akhlak dan moralitas yang dimiliki wanita tersebut. Hal ini biasanya hanya pengaruh dari persepsi dan kultur dari masyarakat yang ada, dan belum tentu kebenarannya.

 

 

Sumber: Kartel Dakwah